Buku
ini saya pinjam di perpustakaan setelah kunjungan dari panti asuhan. Lama mengikuti
serangkaian prosedur kunjungan bersama anak-anak panti dan para pengurusnya,
gerah yang mendera akibat sinar matahari siang itu, sebelum pulang, saya dekati
tanaman-tanaman di sisi kanan panti asuhan. Ternyata ada sebuah kolam. Ikan-ikannya
berenang melenggak-lenggok dalam pancaran warna cerah merah, putih, dan hitam, yang
banyak orang mengenalnya dengan baik: koi.
“Ini kok tidak dipanen, padahal ikan-ikannya
sudah besar-besar,” kata saya. Kolam yang tidak luas itu menjadi semakin
sempit.
“Ya, tidak dipanen. Memangnya lele, terus
digoreng?” jawab teman yang berada di sebelah saya. Kami tertawa. Kami tidak
pernah mendengar ikan koi digoreng. Dalam perjalanan pulang terlintas pertanyaan:
Mungkin koi-koi itu dibiarkan hingga mati, setelah hidup, layaknya ikan-ikan, dalam
hitungan beberapa tahun.
Sebetulnya sudah terjawab
kepenasaran saya pada bab pertama. Ikan koi tahan hidup sampai puluhan bahkan
ratusan tahun. Sebagian orang percaya, ikan koi menyimpan banyak mistis dan
berbagai macam feng shui. Namun, melihat gambar kaver, warna ikan koi mirip
bendera Jepang, kelak setelah saya baca termasuk jenis tancho, dan harganya
paling mahal, saya tertarik menuntaskannya.
Asal mula ikan koi dari Cina, sejak
2500 tahun lalu. Kaisar menghadiahi putranya ikan pada hari ulang tahunnya. Lalu
ikan itu dinamai koi. Kemudian Jepang menyerbu Cina dan membawa ikan koi. Ikan koi
dikembangkan warna merah dan putih dengan kualitas tinggi. Sehingga Jepang identik
dengan koi, selain juga bonsai. Di sana ada bangunan dinamai koi. Ada juga
kastil dikelilingi parit, yang identik ikan koi.
Di Jepang, ikan koi terbagi dalam 13
garis keturunan. Penanam ikan koi berdasar corak warna. Tancho: corak merah di
kepala, gordan: 5 corak merah, yordan: 4 corak warna merah, dll.
Memelihara ikan koi tidak perlu
kolam luas. Sebagian orang memelihara ikan koi di balkon, atau lantai atas
rumah. Yang penting kualitas air terjaga. Sebab kualitas air memengaruhi warna
ikan koi. Kolam tidak terkena hujan atau di bawah pohon. Air hujan dan sampah
daun-daun memengaruhi kualitas air, begitupun saat memberi pakan. Musim panas
ikan koi makan banyak. Musim hujan ikan koi makan sedikit sehingga jika diberi
banyak pakan akan sisa dan menjadi sampah. Dan ikan koi senang diberi pakan yang
mengambang.
Ikan koi perlu dipantau. Ikan koi
sehat berenang lincah dan bergerombol dengan rombongannya. Ikan koi sakit menyendiri,
tidak memberi respon walaupun diberi rangsangan, misalnya disentuh, termasuk
saat diberi makan. Ia dikarantina dan dirawat. Penanganan ikan koi sakit
diobati dengan beberapa cara: direndam air yang telah diberi obat, disuntik,
atau diberi obat melalui mulut, bergantung penyakitnya.
Ikan koi bisa juga dilombakan,
dengan perawatan khusus.
Tidak
terasa dari keingintahuan sedikit, saya mengenal banyak ikan koi.
@@@