Iis Soekandar: Sekilas Tentang Ikan Koi

Kamis, 21 Agustus 2025

Sekilas Tentang Ikan Koi

                                                                                      

          Buku ini saya pinjam di perpustakaan setelah kunjungan dari panti asuhan. Lama mengikuti serangkaian prosedur kunjungan bersama anak-anak panti dan para pengurusnya, gerah yang mendera akibat sinar matahari siang itu, sebelum pulang, saya dekati tanaman-tanaman di sisi kanan panti asuhan. Ternyata ada sebuah kolam. Ikan-ikannya berenang melenggak-lenggok dalam pancaran warna cerah merah, putih, dan hitam, yang banyak orang mengenalnya dengan baik: koi.

            “Ini kok tidak dipanen, padahal ikan-ikannya sudah besar-besar,” kata saya. Kolam yang tidak luas itu menjadi semakin sempit.

            “Ya, tidak dipanen. Memangnya lele, terus digoreng?” jawab teman yang berada di sebelah saya. Kami tertawa. Kami tidak pernah mendengar ikan koi digoreng. Dalam perjalanan pulang terlintas pertanyaan: Mungkin koi-koi itu dibiarkan hingga mati, setelah hidup, layaknya ikan-ikan, dalam hitungan beberapa tahun.

            Sebetulnya sudah terjawab kepenasaran saya pada bab pertama. Ikan koi tahan hidup sampai puluhan bahkan ratusan tahun. Sebagian orang percaya, ikan koi menyimpan banyak mistis dan berbagai macam feng shui. Namun, melihat gambar kaver, warna ikan koi mirip bendera Jepang, kelak setelah saya baca termasuk jenis tancho, dan harganya paling mahal, saya tertarik menuntaskannya.  

            Asal mula ikan koi dari Cina, sejak 2500 tahun lalu. Kaisar menghadiahi putranya ikan pada hari ulang tahunnya. Lalu ikan itu dinamai koi. Kemudian Jepang menyerbu Cina dan membawa ikan koi. Ikan koi dikembangkan warna merah dan putih dengan kualitas tinggi. Sehingga Jepang identik dengan koi, selain juga bonsai. Di sana ada bangunan dinamai koi. Ada juga kastil dikelilingi parit, yang identik ikan koi.

            Di Jepang, ikan koi terbagi dalam 13 garis keturunan. Penanam ikan koi berdasar corak warna. Tancho: corak merah di kepala, gordan: 5 corak merah, yordan: 4 corak warna merah, dll.

            Memelihara ikan koi tidak perlu kolam luas. Sebagian orang memelihara ikan koi di balkon, atau lantai atas rumah. Yang penting kualitas air terjaga. Sebab kualitas air memengaruhi warna ikan koi. Kolam tidak terkena hujan atau di bawah pohon. Air hujan dan sampah daun-daun memengaruhi kualitas air, begitupun saat memberi pakan. Musim panas ikan koi makan banyak. Musim hujan ikan koi makan sedikit sehingga jika diberi banyak pakan akan sisa dan menjadi sampah. Dan ikan koi senang diberi pakan yang mengambang.

            Ikan koi perlu dipantau. Ikan koi sehat berenang lincah dan bergerombol dengan rombongannya. Ikan koi sakit menyendiri, tidak memberi respon walaupun diberi rangsangan, misalnya disentuh, termasuk saat diberi makan. Ia dikarantina dan dirawat. Penanganan ikan koi sakit diobati dengan beberapa cara: direndam air yang telah diberi obat, disuntik, atau diberi obat melalui mulut, bergantung penyakitnya.

            Ikan koi bisa juga dilombakan, dengan perawatan khusus.

Tidak terasa dari keingintahuan sedikit, saya mengenal banyak ikan koi.

@@@


Tidak ada komentar:

Posting Komentar