Susu, daging, dan telur termasuk
bahan-bahan makanan mudah dijumpai sehari-hari, baik di pasar-pasar tradisional
maupun supermarket-supermarket. Apalagi saat puasa dan menyambut Idulfitri,
bahan-bahan pangan hewani hasil peternakan tersebut vital dibutuhkan dalam
aneka makanan, baik diolah sebagai makanan-makanan besar maupun bahan dasar kue-kue.
Perkembangan
teknologi memberi banyak manfaat bagi manusia, termasuk dalam pengembangan
produk-produk pangan. Melalui teknologi, bahan-bahan makanan menjadi awet dan
tahan lama. Itulah alasan saya mengambil buku ini di rak buku. Rasa penasaran
saya timbul untuk mengetahui teknologi dan hasil yang diperoleh dari bahan
makanan susu, daging, dan telur.
Pada
dasarnya susu terdiri dari dua bagian: krim (susu bagian atas atau langit, bertekstur
kental) dan skim (bagian susu setelah langit, bertekstur encer). Selain dinikmati
sebagai susu segar, dalam industri, susu sebagai bahan dasar, seperti dalam
pembuatan keju, es krim, mentega, dan susu cokelat.
Konsumsi
daging bergantung jumlah populasi atau keberadaan daging di suatu daerah. Warna
daging babi merah muda dibanding daging sapi. Hal ini dipengaruhi jumlah pigmen
hemoglobin babi sedikit dibanding pigmen hemoglobin daging sapi.
Telur
baik dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui, orang sakit, dan anak sedang tumbuh
kembang. Umumnya telur terbagi dalam dua bagian: bagian putih telur sebagai
sumber protein dan bagian tengah kuning telur sebagai sumber lemak. Telur mengandung
semua vitamin, kecuali vitamin C. Telur juga sumber mineral hampir sama dengan
susu. Selain tingginya kandungan zat gizi, telur juga mudah dicerna. Binatang-binatang
penghasil telur untuk dikonsumsi: ayam, itik, puyuh, ikan.
Susu
dapat tahan lama dengan cara pasteurisasi (dipanaskan). Daging dapat tahan lama
dengan pengeringan sinar matahari, penggaraman, pembekuan, pengasapan, dan
pengalengan.
Sedangkan
telur harus dipilah sebelum diawetkan. Kulit telur tidak retak dan bersih lebih
menarik dan higienis. Berdasarkan kebersihan kerabang atau cangkang telur,
telur dibagi menjadi empat: telur mutu kelas I: tidak retak, bersih dari noda, telur
mutu kelas II: tidak retak tapi kotor, telur mutu kelas III: retak, isinya
belum keluar, telur mutu kelas IV: pecah, isinya keluar. Penyimpanan telur sebaiknya
jauh dari barang-barang berbau tajam, seperti diesel, bawang, dll. Barang-barang
berbau tajam akan berpengaruh terhadap aroma telur. Telur segar dapat disimpan
5-7 hari. Agar tahan lama, telur disimpan di ruangan khusus berpendingin dengan
suhu 0 ͦ C. Sebelum disimpan kulit telur dibersihkan dengan cara direndam air
bersih lalu dihilangkan kotorannya, atau dicuci suam-suam kuku, atau digosok
ampelas.
Di
antara hasil pengolahan susu adalah mentega (80% lemak), fermentasi: yogurt,
dadih (susu kerbau yang dikentalkan), keju: keju keras, keju setengah keras,
keju lunak, susu kental, susu bubuk, dan es krim. Sebagian nama keju
berdasarkan nama kota penghasil keju atau nama negara.
Hasil
pengolahan daging dapat berupa daging kuring, ham, sosis, dan pembuatan corned
beef.
Sedangkan
hasil pengolahan telur dapat berupa telur asin (penggaraman). Telur yang
digunakan adalah telur itik. Telur ayam tidak baik diasinkan. Telur acar adalah
telur masak direndam larutan cuka. Telur pindang adalah telur diasinkan, tapi
tidak seasin telur asin. Kemudian telur diberi daun jambu atau kulit bawang
agar berwarna cokelat. Kemudian telur bubuk. Dan telur beku: telur dipecah baru
dibekukan.
Saya
menuntaskan buku hampir serratus empat puluh halaman di antara kegiatan-kegiatan
rutin puasa Ramadan. Membaca memberi kesenangan. Kesenangan menunjuki banyak pengetahuan
dan ide cerita. Setidaknya ada satu ide cerita yang sudah terealisasi dalam sebuah
karya fiksi.
@@@









