Iis Soekandar

Minggu, 04 Juni 2017

Tamasya

Wisata Religi ke Morosari

Oleh: Iis Soekandar

       Morosari adalah nama pantai yang terletak di daerah Demak, Kabupaten Semarang. Sekilas menuju ke daerah ini tidak jauh berbeda dari desa-desa pada umumnya. Di sana sini terhampar ladang sawah dan tanaman-tanaman hijau lain yang biasa ditemui di pedesaan. Barulah menuju ke pantai atau laut di sepanjang perjalanan terdapat tambak-tambak. Walau di daerah pantai atau laut ternyata terdapat makam. Makam itu milik Simbah Abdulah Modzakkir dan keluarganya. Jadi kompleks makam itu terletak di tengah laut. Maka daerah yang baisa saja menjadi banyak didatangi pengunjung, baik dari penduduk sekitar maupun dari luar kota.
        
                                    

Makam Simbah Abdullah Modzakkir


       Menuju ke tempat lokasi, jarak dari Jalan Raya Demak ke area parkir sekitar 5 kilometer. Lalu dari tempat parkir pengunjung dapat menyewa parahu dengan membayar ongkos 5 ribu per orang, atau menyewa ojek dengan harga sama, atau yang ingin menikmati semilir angin laut bisa berjalan kaki, sepanjang setengah kilometer. Setelah sampai di tempat pemberhentian, perjalanan tidak selesai sampai di sini. Pengunjung dimanjakan dengan menikmati taman mangrove yang terletak di kanan kiri jalan setapak menuju ke makam. 
     
             


Perahu sebagai sarana transportasi

       Mulanya tidak hanya makam Simbah Abdullah Modzakkir dan keluarganya. Terdapat banyak makam di seputar daerah itu. Bahkan tidak hanya kompleks makam, tapi juga rumah-rumah tinggal penduduk. Tapi karena terkena abrasi, daerah yang semula daratan menjadi lautan. Maka berpindahlah penduduk yang terkena abrasi. Tapi entah mengapa hanya makam Simbah Abdullah Modzakkir dan keluarganya tidak tenggelam. Bahkan konon, menurut cerita penduduk setempat, justru naik sehingga tidak ikut tenggelam seperti makam-makam lain. Karena tidak tenggelam itulah beberapa keluarga enggan berpindah karena ingin selalu mengurus makam ulama tersebut. Dari hal itu keberkahan pun mereka rasakan. Layaknya tempat wisata, tak dapat dipisahkan dari makanan dan minuman. Maka merekalah yang menjajakan makanan dan minuman bagi pengunjung. 

                 
                                                                   Masjid di atas masjid

      Setelah sampai di makam Simbah Abdullah Modzakkir, kemudian memanjatkan doa dan berzikir, rasanya sulit dipercaya bahwa mulanya daerah itu daratan. Pengunjung benar-benar berada di tengah lautan. Tapi pengunjung menjadi percaya ketika melihat bangunan masjid yang ada di seputar kompleks penduduk. Masjid itu dibangun di atas masjid lama yang sebagian masih ada bangunannya. Jadi masjid yang baru berlandaskan masjid lama. Terlihat tempat wudu di bawah masih menggunakan pancuran bangunan masjid yang lama dengan kaki terendam air laut sebatas mata kaki.

       Layaknya daerah pantai pengunjung pun dengan mudah mendapatkan makanan dari olahan ikan dan jenang, makanan khas daerah setempat, sebagai oleh-oleh. Maka mendapatkan kesan tersendiri berziarah ke makam ulama sambil menikmati pamandangan laut, taman mangrove, dan naik perahu. Sebuah perjalanan religi sambil berwisata yang unik. 
                                                                             @@@   

Jumat, 14 April 2017

Legenda

Legenda Tangkuban Parahu

Diceritakan kembali oleh: Iis Soekandar


     Legenda adalah cerita asal mula terjadinya tempat atau peristiwa. Sebagaimana kisah asmara Rorojonggrang dengan Bandung Bondowoso yang menandai berdirinya Candi Prambanan, Tangkuban Parahu juga menyimpan cerita yang tidak kalah menarik.
       Diceritakan Raja Sungging Perbangkara mempunyai seorang bayi cantik yang diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati. Karena kecantikan Dayang Sumbi, banyak raja-raja saling berperang untuk mendapatkannya. 
        Atas permintaannya sendiri Dayang Sumbi mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan bernama si Tumang. Ketika sedang asyik bertenun, kain terjatuh ke bawah. Dayang Sumbi enggan mengambil dan terlontar ucapan tanpa disengaja. Dia berjanji siapapun yang mengambilkan torak atau alat tenun terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya. Beberapa lama kemudian Dayang Sumbi menikah. Dayang Sumbi mempunyai anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang.
      Suatu ketika Sangkuriang berburu ditemani si Tumang. Si Tumang tidak menurut saat disuruh mengejar babi. Lalu si Tumang dibunuh. Hati si Tumang diberikan Dayang Sumbi dan dimasak. Begitu mengetahui hal tersebut, Dayang Sumbi marah dan Sangkuriang dipukul dengan senduk terbuat dari tempurung sehingga terluka.
       Sangkuriang mengembara. Suatu saat secara tidak sengaja ia kembali lagi ke tempat Dayang Sumbi. Sangkuriang tidak mengetahui putri cantik itu ibunya sendiri. Ia tertarik. Tapi Dayang Sumbi mengetahui lelaki itu Sangkuriang. Dia melihat luka bekas lemparan tempurung di kepala. Tapi Sangkuriang memaksa untuk menikahinya.
      Dayang Sumbi meminta Sangkuriang membuatkan perahu selama semalam. Tetapi Dayang Sumbi berbuat curang. Ia berdoa agar fajar menyingsing sebelum waktunya. Doa Dayang Sumbi pun terkabul. Sangkuriang marah. Maka kapal yang sudah jadi itu ditendang dan menjadi Gunung Tangkuban Parahu. Sekarang, Gunung Tangkuban Perahu menjadi objek wisata alam.
                                                             

Kawah Ratu

       Objek Wisata Alam Tangkuban Parahu terletak di antara dua daerah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Subang. Selain menikmati pemandangan alam, wisatawan juga bisa melihat kawah Gunung Tangkuban Parahu, dan area permainan outbond.

      Kawah Ratu terletak dekat area parkir. Kawah ini terbesar di antara kawah-kawah lain. Bentuknya seperti mangkuk dengan kedalaman 500 meter.
      Dulu objek wisata ini dikelola oleh pemerintah dengan biaya masuk Rp 10.000,00. Semenjak dikelola oleh pihak swasta menjadi Rp 30.000,00 tentu dengan fasilitas yang memadai, seperti kebersihan yang ditingkatkan. Bila wisatawan datang berombongan dengan mengendarai bus, mereka harus berhenti di tempat parkir bawah. Sebab bus tidak dapat naik di jalan sempit menuju ke tempat wisata. Tetapi pengelola menyediakan jasa angkutan mobil dengan biaya Rp 8.000,00 per orang.
                                                                 


                                             tas rajut hasil kerajinan masyarakat Subang

     Sebagaimana layaknya tempat wisata, di sana juga ditemui beberapa cendera mata seperti gantungan kunci bergambar kawah Gunung Tangkuban Parahu. Ada pula tas rajut hasil kerajinan masyarakat setempat.
     Taman Wisata Alam Tangkuban Perahu dengan keindahan alam dan udara yang sejuk sebagai alternatif liburan di wilayah Jawa Barat.
@@@

Sabtu, 25 Maret 2017

Legenda

Legenda Candi Prambanan

Diceritakan kembali oleh: Iis Soekandar


Sejak zaman dahulu Indonesia dikunjungi banyak bangsa asing. Kedatangan mereka membawa pengaruh, diantaranya agama. Walaupun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, pengaruh agama lain tidak kalah memberikan kontribusi penting dalam perkembangan selanjutnya.
        Diantara pengaruh itu adalah berdirinya Candi Prambanan. Candi Prambanan terletak di daerah Prambanan, perbatasan Kota Yogyakarta dengan Propinsi Jawa Tengah. Candi ini pengaruh dari agama Hindu.
       Dengan tiket masuk seharga Rp 30.000,00 wisatawan dapat menikmati keindahan candi Prambanan yang menyimpan cerita legenda itu.
      Berawal di daerah Prambanan terdapat dua kerajaan Hindu bernama Kerajaan Pengging dan Kerajaan Boko. Kerajaan Pengging dipimpin seorang raja yang bijaksana bernama Prabu Damar Moyo. Tanahnya subur dan makmur. Beliau memiliki putra laki-laki bernama Bandung Bondowoso.
       Kerajaan Boko berada di bawah pemerintahan Kerajaan Pengging. Raja Boko, nama sang Raja, memiliki seorang putri yang cantik jelita bernama Roro Jonggrang.
        Berbeda dengan Raja Damar Moyo, Raja Boko adalah seorang yang murka. Beliau ingin menguasai Kerajaan Pengging. Bersama Patih Gupolo, Raja Boko menyerang Kerajaan Pengging. Namun malang, Raja Boko tewas karena kesaktian Bandung Bondowoso.
       Perjuangan Bandung Bondowoso tidak berhenti sampai di situ. Beliau mengejar Patih Gupolo ke kerajaan Boko. Tetapi sampai di kerajaan Boko, Bandung Bondowoso terpana oleh kecantikan Roro Jonggrang.
     Cerita asmara pun dimulai. Roro Jonggrang yang sakit hati karena ayahnya dibunuh Bandung Bondowoso, melampiaskan amarahnya.
     Roro Jonggrang menerima pinangan itu asal Bandung Bondowoso memenuhi dua syarat, yaitu membuat sumur Jalatunda dan 1000 candi.
         Bandung Bondowoso memenuhi syarat pertama. Kemudian beliau diminta masuk ke sumur itu. Setelah itu Patih Gapulo menimbun Bandung Bondowoso dengan tanah. Roro Jonggrang menyangka Bandung Bondowoso meninggal. Bandung pun marah. Tetapi Bandung Bondowoso kembali terkesima kecantikan Roro Joggrang dan memenuhi janjinyà membuat 1000 candi.
        Bandung Bondowoso mengarahkan pasukan jin membuat candi berjumlah 1000 dalam waktu satu malam. Tetapi Roro Jonggrang pun tidak kehilangan akal. Dimintanya para gadis desa menabuh lesung dan membakar jerami agar terlihat pagi. Maka kokok ayam pun bersahutan. Mendengar pagi sudah menjelang, pasukan jin pergi.
        Bandung Bondowoso meminta Roro Jonggrang menghitung candi yang telah dibuat. Ternyata jumlahnya 999 buah. Karena dipermainkan dan sakit hati, Bandung Bondowoso menjadikan  Roro Jonggrang sebagai pelengkapnya sehingga genap menjadi 1000 candi. 
        Seribu candi atau Candi Sewu dalam bahasa Jawa atau yang terkenal dengan Candi Prambanan, terletak di tengah dan paling besar di antara candi-candi lain yang mengelilinginya. Kisah terjadinya Candi Prambanan cukuplah sebagai bukti bahwa Indonesia kaya cerita legenda. Tidak hanya menikmati cerita dari guide atau pemandu wisata, relief-relief yang mengelilingi menjadikan Candi Prambanan menarik untuk dikunjungi, tidak saja wisatawan domestik tapi juga asing.
@@@

Jumat, 10 Maret 2017

Dongeng

Wateri
Oleh: Iis Soekandar


      Siang ini udara begitu panas. Wateri air putih berada paling pinggir di rak kulkas. Ia merasa senang sebentar lagi Aline dan mama akan meneguknya. Mama sedang menjemput Aline dari sekolahnya. Sedangkan papa akan meneguknya nanti sore sepulang dari kantor.
       Kreeeek... pintu kulkas terbuka.
       Oh Bibik juga akan menegukku. Berarti udara di luar begitu terik. Bibik biasanya meneguk air putih dari dapur. Bisik Wateri. 
Bruk... bruk...
       Wateri kecele. Bibik tidak meneguknya. Bibik meletakkan sebotol jus tomat dan sebotol jus wortel bersebelahan dengan Wateri. Kreeeeek... pintu kulkas kembali tertutup.
       “Kalian siapa?” tanya Wateri. Dia lebih dulu menghuni kulkas.
       “Aku Tomato,” jawab Tomato jus tomat.
       “Aku Karot,” jawab Karot jus wortel.
      “Tumben kalian berada di sini.” Kata Wateri penuh curiga.
   “Mama menyuruh Bibik supaya membuat aku. Mama ingin kulitnya selalu halus. Itu sebabnya mengonsumsi aku.” Jawab Tomato.
       “Sedangkan aku dibuat karena Kakek yang minta. Kamu tahu sendiri kan, Kakek sudah tua, matanya harus dijaga supaya tetap terang saat melihat. Karena aku berguna bagi kesehatan mata.” Kata Karot.
Wateri merasa senang, dia sekarang tidak sendirian di dalam kulkas. Ada Tomato dan Karot bersamanya. Tidak lama pintu kulkas terbuka.
       Kreeeeeek... Wateri senang, bibik mengambilnya. Tetapi dalam waktu yang bersamaan terdengar suara Aline.
       “Bi... mana pesananku?”tanya Aline setengah berteriak.
       Oh, ternyata Aline sudah datang. Lho, mengapa bibik meletakkanku? Tanya Wateri.
       “Pesanan apa, Non?” tanya bibik tidak mengerti.
       “Jus jambu biji.” jawab Aline.
       “Oh iya, Lin, Mama tadi lupa belanja jambu biji.” Mama menjelaskan.
       “Iya deh, air putih,” kata Aline mulutnya manyun.
       “Tadi Bibik juga bikin jus, tapi jus wortel buat Kakek dan jus tomat buat Mama.” jelas bibik sambil memberikan sebotol air putih.
       Wateri kecewa, Aline meneguknya karena terpaksa. Uh ternyata Aline sudah pesan jus jambu biji. 
Benar, keesokan hari penghuni kulkas bertambah satu lagi. Wateri bertambah sedih. Java jus jambu biji akan menggantinya. Tidak hanya Aline, papa juga ternyata menyukai jus jambu biji. Kata papa cuaca yang tidak menentu, kita wajib menjaga kesehatan badan agar tidak mudah terserang penyakit. Diantaranya dengan mengonsumsi jus jambu biji.
     “Senangnya dibutuhkan orang. Tomato disayang mama karena berguna menghaluskan kulit, Java berguna untuk ketahanan tubuh, Karot untuk kesehatan mata. Mereka begitu membutuhkan kalian. Sementara aku hanya sebagai pelengkap. Paling aku diteguk hanya setelah makan nasi.” Kata Wateri iri.
       Java, Tomato, dan Karot ingin menolong, tapi mereka tidak mampu.
@@@
      Suatu siang, seperti biasa Wateri terlihat penuh satu botol. Sementara Tomato, Java, dan Karot tinggal seperempat botol. Mama membuka kulkas. Tidak lama papa menghampiri.
      “Ma, jangan sajikan minum selain air putih.” pinta Papa.
       Wateri terlihat girang. Tumben papa membutuhkannya.
       “Teman Papa itu terkena penyakit ginjal. Dia harus selalu minum air putih. Ada kan air putih di kulkas?” tanya papa. Siang itu papa kedatangan teman sekantor.
       “Ada, ini masih penuh, satu botol.” Jawab mama sambil memperlihatkan sebotol air putih.
       “Horeeeee... akhirnya Wateri berguna.” Gasak Tomato. Java dan Karot tak kalah senang.
       Setelah teman papa pulang, Wateri kembali diletakkan di kulkas. Ia diledek Tomato, Karot, dan Java. Wateri tinggal seperempat botol.
@@@



Minggu, 26 Februari 2017

Tamasya

Mengenal Pantai Depok

      Indonesia terdiri dari beribu pulau dan dikelilingi lautan. Sepertiga wilayahnya berupa daratan sedangkan dua pertiga berupa lautan. Karena sebagian besar wilayah berupa lautan, Indonesia mempunyai banyak pantai. Diantaranya Pantai Depok, termasuk dalam kawasan pantai selatan.
     Pantai Depok tepatnya terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Barangkali nama Pantai Depok tidak setenar Pantai Parangtritis. Tapi keberadaan Pantai Depok bisa dijadikan alternatif wisata bila berkunjung ke kawasan pantai selatan. 


     Pantai Depok terletak berdekatan dengan Pantai Parangtritis. Tetapi sebagai daerah wisata yang berbeda wilayah, otonominya pun dikelola secara sendiri-sendiri. 
    Loket masuk Pantai Depok Rp 4.750,00 untuk orang dewasa dan Rp 3.750,00 untuk anak-anak. Sambil menikmati deburan ombak wisatawan dapat duduk-duduk di atas pasir dengan menyewa tikar sekaligus payungnya seharga Rp 25.000,00. 
  Ternyata menyusuri jalanan berpasir di pinggir pantai tidak harus berjalan kaki. Pihak pengelola menyediakan jasa sewa sepeda motor dengan tarip Rp 50.000,00 per setengah jam. 


       Udara yang menyengat tak perlu khawatir sebab di pinggir-pinggir pantai banyak penduduk setempat yang menjual es kelapa muda langsung disantap dari buahnya. Harganya relatif murah dengan merogoh kocek Rp 10.000,00, hanya kelapa muda dengan airnya, atau ditambah dengan es dan sirup.

     Sebagai daerah pantai yang menghasilkan ikan, banyak dijajakan makanan dari olahannya,  
seperti udang, belut, ikan kembung. Bahkan dijual pula makanan yang tidak biasa didapat di pasaran umum, yaitu undur-undur. Dan semua makanan itu dimasak dalam olahan goreng. 
Semua pedagang adalah penduduk setempat. Logatnya yang ramah, khas orang desa, membuat wisatawan tak sungkan mencicipi sepuasnya. Bahkan mereka tampak dengan senang hati meminta pengunjung mencicipi walau tidak membeli. Seolah para wisatawan adalah tamu yang layak dijamu, tanpa menghiraukan bahwa mereka sedang berdagang.
       Tidak hanya ikan yang sudah diolah, wisatawan dapat membeli ikan yang masih segar. 


Pasar ikan segar dapat ditemui di luar pantai, tepatnya di tempat parkir. Rasanya hati terpuaskan menikmati Pantai Depok sambil membawa oleh-oleh ikan goreng maupun ikan segar.
@@@

Senin, 13 Februari 2017

Tamasya

                                            Tamasya ke Kebun Bunga

                                                    oleh: Iis Soekandar 


       Ada banyak cara untuk mengisi hari libur. Bagi Anda yang sedang bertamasya ke daerah Jimbaran, Bandungan dan sekitarnya, Anda bisa pula berkunjung ke kebun bunga Setiya Aji.  

       Kebun bunga Setiya Aji khusus menanam bunga krisan. Kebun itu terbagi dalam petak-petak. Setiap petak seluas sembilan kali tiga puluh lima meter dinaungi dengan lembaran plastik. Sehingga ketika berkunjung, wisatawan seperti memasuki ruangan. Para petani menyewa dari pemilik tanah.



       Ketika berkunjung, saya tidak hanya melihat bunga-bunga krisan yang sedang bermekaran, tapi juga 

tanaman yang baru saja disemai. Tanaman yang disemai dengan menggunakan pupus itu setelah keluar akarnya ditanam di tanah. Kemudian mulai disemprot  obat anti hama ketika kuntum bunga tumbuh. Sebab kabut dan udara seringkali membawa hama sehingga bunga krisan tidak menghasilkan warna seindah aslinya. Setelah itu ditunggu hingga tiba masa panen, yaitu tanaman berusia empat bulan.
     Bunga-bunga krisan itu ditanam khusus untuk dekorasi, seperti hajatan pengantin. Sehingga tanamannya harus tinggi, kira-kira satu setengah meter. Mereka menjualnya ke pasar induk Bandungan, berkisar tiga puluh lima ribu per sepuluh batang. Pasar induk Bandungan tidak hanya memasok kebutuhan dari daerah sekitar. Tapi juga di luar Bandungan, bahkan sampai ke luar Propinsi Jawa Tengah memesan bunga krisan dari Bandungan.  
     Karena setinggi dengan manusia itulah tanaman dengan bunga warna merah, kuning, dan putih banyak dikunjungi wisatawan. Mereka senang melihat-lihat, atau bahkan selfie dengan latar belakang bunga-bunga krisan. Sambil duduk-duduk santai di atas tikar, wisatawan juga bebas bertanya seputar bunga krisan kepada petaninya.
      Setiap wisatawan yang masuk membayar tujuh ribu lima ratus rupiah, ditambah uang parkir untuk sepeda motor dua ribu rupiah atau mobil lima ribu rupiah. Tiket masuk itu sudah termasuk sewa payung, bila kebetulan hari sedang hujan dan tikar bila ingin duduk-duduk santai sambil menikmati indahnya bunga krisan. Bahkan tidak hanya itu, ketika saya berkunjung, kebetulan para petani baru saja memanen salak. Saya dan tentunya para wisatawan lain disajikan salak. Kami diperbolehkan makan salak hingga puas. Sepertinya sejengkal tanah-tanah liar di sekitar kebun tidak disia-siakan petani atau penduduk setempat. Mereka menanani tanah itu dengan tanaman salak. 
     Pengelola kebun ini masyarakat desa setempat. Para petani juga mendapatkan sebagian dari hasil penjualan tiket. 
       Selama satu jam melihat-lihat sembari bertanya banyak hal tentang bunga krisan, cukuplah menyegarkan pikiran  untuk kembali menekuni rutinitas besok.
@@@


Sabtu, 04 Februari 2017

Cerpen Anak


Belajar Bersama
Oleh: Iis Soekandar



      Delva kasihan kepada Arul. Ia sering melihat Arul dimarahi Pak Beni, wali kelasnya. Arul malas belajar. Akibatnya setiap kali ulangan, teman sebangkunya itu mendapat nilai jelek.
  “Besok ulangan IPS, Rul. Nanti malam kamu belajar, supaya besok dapat nilai bagus,” Delva mengingatkan.
       “Malas, ah,” kata Arul, lalu pergi ke kantin.
       Delva jengkel. Arul tidak pernah menuruti nasihatnya.
       Suatu saat Pak Beni memberi tugas kelompok untuk dua murid. Tugas itu mengumpulkan macam-macam daun, berdasarkan bentuk tulang daun.
       “Arul, nanti sore kita mencari macam-macam daun, di seputar rumahmu!” pinta Delva. Karena ia tahu, Arul tidak akan ke rumahnya.
      Sore hari Delva datang ke rumah Arul. Mulanya Arul malas-malasan. Setelah Delva mengajak, Arul mengantar ke rumah para tetangga untuk mencari daun-daun. Kemudian Arul membawa daun-daun itu. Sementara Delva yang mencatat. Arul tampak senang.
      Semenjak itu, Delva rajin ke rumah Arul untuk belajar bersama. Ia tidak lagi mendengar Pak Beni memarahi Arul. Sebab nilai ulangannya baik.
@@@