Iis Soekandar: Oktober 2026

Rabu, 07 Oktober 2026

Keajaiban Air dan Buah

                                                                               

        Selain sebagai kebutuhan manusia hidup, menikmati makanan dan minuman adalah salah satu kesenangan saya. Selama ini saya menikmati buah dicampur air mineral, dalam jus. Tentu dengan tambahan gula. Ada cara lain menikmati buah dan air, yaitu infused water atau water spa. Saya tertarik mempelajari setelah menemukan bukunya. Sebagaimana yang selalu saya lihat dari gaya hidup seorang teman. Ia menenteng botol kaca berisi air mineral dan irisan buah jeruk lemon.

            Buku ini ditulis oleh Feri Sulianta, penulis 65 buku lebih, diterbitkan penerbit Andi, Yogyakarta, tahun 2016. Ada lima bagian di dalamnya. Infused water adalah membiarkan nutrisi melebur dengan air secara alami sehingga zat yang berguna tidak meluruh. Tanpa penambahan gula, sebagaimana dalam jus, atau zat pengawet sebagaimana minuman kaleng. Tidak hanya buah, sayur dan herba juga dapat digabungkan dengan air. Sementara dalam jus, sayur dan herba segar menimbulkan cita rasa kurang berterima pada lidah. Di dalam lemari pendingin infused water tahan hingga 4 hari, jus 24 jam mulai berubah rasa, dan akan membusuk pada hari-hari berikutnya.

            Bagi penderita sakit mag, yang tidak bisa mengonsumsi buah bervitamin C dosis tinggi, seperti buah kiwi dan stoberi, metode ini dapat menjadi solusi, karena tidak ada ampas yang dicerna. Begitu pun bagi yang memiliki problem kegemukan, kombinasi mentimun dan jeruk lemon mampu memelihara organ pencernaan, serta mengurangi nafsu makan. Manfaat lain rendah gula, menjaga kelembapan kulit, meningkatkan daya ingat, dan menstabilkan suhu tubuh.

            Buah-buahan yang dipilih memiliki struktur padat, tinggi kandungan air, tetapi tidak mudah terurai dalam air, contoh stroberi, semangka, jeruk, pir, buah naga, anggur, apel, dll. Hindari buah beralkohol tinggi, seperti nangka dan durian. Atau struktur buah mudah terurai dalam air dan lunak: seperti tomat, melon, mangga, sirsak. Atau buah terlampau padat dan minim air: pisang dan salak. Sedangkan sayuran, daun, dan bunga yang dianjurkan: adas, bayam, brokoli, wortel, mawar, melati, kangkung, daun salam, dll. Herba berupa akar, biji, bunga, dan daun: ginseng, jahe, lengkuas, kunci, kayu manis, akar alang-alang. Dry material atau bahan mengalami pengeringan sebelum digunakan dalam infused water adalah buah ceri kering, buah beri kering, teh hijau, dan berbagai bunga yang biasa digunakan dalam aroma teh.

            Wadah yang digunakan bisa gelas, botol kaca, bekas botol selai, kendi, dan botol minuman plastik.

            Alat-alat yang digunakan: pisau, alas memotong, wadah menyimpan buah, sayur, dan herba, dan lemari pendingin. Gunakan air bersih, tidak bau, tidak berwarna, seperti air dalam kemasan atau air rebusan hingga mendidih. Potong buah dan sayur sesuai selera, kupas kulit buah untuk menghindari pestisida. Memotong buah tidak terlalu kecil, buang bijinya, buang bagian ujung.  

            Waktu mengonsumsi infused water adalah pagi hari setelah bangun tidur, menjelang makan siang, dan menjelang tidur malam.

            Buku ini juga dilengkapi resep sejumlah material untuk infused water. Contoh resep infused water Minty Cinnamon Apple terdiri dari daun mint, kayu manis, apel, air, masing-masing lengkap dengan ukurannya. Dan lampiran tabel manfaat bagi kesehatan, dan cocok untuk dibuat infused water, dari golongan buah, sayur, dedaunan, bunga, dan herba.

            Banyak manfaat kesehatan infused water. Cara membuatnya pun mudah. Tidak terasa buku setebal seratus halaman ini selesai saya baca. Di samping materi, gambar warna buah-buahan dalam wadah-wadah kaca, juga menarik. Terbayang saya menenteng botol kaca infused water berisi buah lemon.

@@@