Akhir-akhir
ini hujan turun intens, dari pagi hingga malam. Kalau pun reda, hanya sesaat. Matahari
muncul sesekali. Bahkan seringkali berhari-hari tidak menampakkan wajahnya. Sebagai
orang-orang yang tinggal di kota, kami sehari-hari bergumul dengan kesibukan,
lalu lintas padat penyumbang polusi napas dan mata, lahan hijau terbatas karena
bangunan-bangunan berimpitan. Maka pergi ke pedesaan melihat pemandangan alam sangatlah
perlu.
Pilihan
saya dan rombongan jatuh ke Kawasan Wisata Alam Umbul
Sidomukti. Kawasan Wisata Alam Umbul Sidomukti terletak di Jimbaran, Bandungan,
Kabupaten Semarang. Tempat ini ditempuh dengan kendaraan pribadi sekitar satu
tengah jam dari Kota Semarang.
Kawasan Wisata Alam Umbul Sidomukti menyajikan beberapa tempat wisata. Untuk memasuki pintu gerbang utama, setiap wisatawan dikenai biaya Rp5.000,00, ditambah parkir kendaraan. Kemudian wisatawan akan memilih tempat wisata. Sebelum masuk tempat wisata wisatawan dikenai biaya lagi. Setiap tempat wisata berbeda tarip. Saya dan rombongan memilih tempat wisata Taman Renang Alam. Kami membayar Rp20.000,00 per orang karena bertepatan akhir pekan, begitupun jika bepergian pada hari libur nasional. Sedangkan hari biasa wisatawan membayar per orang Rp15.000,00, anak di bawah 85 cm gratis, jam operasional dari 08.00-18.00 WIB.
Di
sepanjang jalan menuju kolam renang, ada taman-taman menarik untuk spot-spot
foto. Saatnya menghirup udara segar dan pemandangan hijau, kata saya. Wisatawan
yang ingin naik kuda, disediakan jasa sewa kuda. Ada beberapa pilihan tempat
tujuan. Taripnya menyesuaikan, tergantung jauh dekat jarak yang ditempuh.
Waktu
menunjuk pukul 13.00 ketika saya dan rombongan sampai di arena kolam renang. Selain
kolam renang, ada kafetaria, toko suvenir dan pusat informasi, dan tempat solat
representatif. Tempatnya bersih dan air melimpah. Kami salat bergantian.
Spot-spot
foto di arena kolam renang didominasi pemandangan berlatar belakang tebing dan
lembah. Sayang, pemandangan tertutup kabut.
Tampaknya ruang utama kafetaria sedang disewa. Mungkin mereka tergabung dalam satu komunitas. Sekilas saya melihat mereka, lelaki-perempuan, berseragam sama, atasan berwarna biru. Orang-orang berjoget di tengah, salah satu melantunkan lagu “Koyo Jogya Istimewa”, yang popular.
Beruntung
kami sudah membeli makanan dari rest area: tahu sumedang dan sukun goreng. Di samping
itu, beberapa kali kami berkunjung ke tempat wisata ini, kami hafal makanan
yang dijual dan memilih membawa makanan-makanan ringan dari rumah sesuai selera.
Tentu saja makanan-makanan itu kami sembunyikan. Sebab ini berdampak bagi
pemasukan kafetaria.
area kolam renang
Walaupun
cuaca mendung, banyak pengunjung berenang, orang-orang dewasa maupun anak-anak,
walaupun tidak sebanyak saat musim panas. Kebanyakan mereka
dari luar Semarang. Saya menikmati jalan-jalan dan foto-foto.
Sebetulnya
kami masih ingin menikmati udara sejuk pegunungan. Tapi air turun dari langit
tak bisa dihindari. Gerimis mulai terasa. Waktu hampir menunjuk pukul tiga sore.
Kami bergegas menuju tempat parkir, yang jaraknya bikin napas terengah-engah. Setelah
itu mencari makan siang, sekalian pulang.
@@@




Tidak ada komentar:
Posting Komentar