Iis Soekandar: Tak Lekang oleh Waktu

Selasa, 19 November 2019

Tak Lekang oleh Waktu



         Yah, seperti itulah yang saya rasakan mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP), benar-benar tak lekang oleh waktu. Baik karena belajar tak mengenal batas usia-yang berpengalaman mengajar pun wajib mengikuti- maupun dari segi waktu. Hari Minggu saatnya libur harus melaksanakan karena tiba-tiba jadwal yang mulanya Sabtu harus diganti. Ditambah sistem yang tidak lancar sehingga harus mengerjakan tugas bertumpuk-tumpuk.Beruntung saya biasa bekerja malam hari berkaitan dengan kegiatan menulis.
            Tetapi menerima konten dari kegiatan tersebut, jauh dari merugi. Rasanya cucok pengorbanan saya kehilangan hari Minggu yang biasanya benar-benar me time- senam pagi,  ngopi-ngopi sambil baca koran, ke tobuk, semua terbayar oleh manfaat yang saya dapat.
           Terlebih belajar dalam suasana nyaman dan menyenangkan. Nyaman karena berada di ruangan yang dilingkupi pepohonan. Bahkan saat isoma, kami berjalan-jalan menyusuri tempat tempat rindang menuju musala. Saya dan teman-teman disuguhi pemandangan seperti hutan mini, lumayanlah sebagai refresing mata maupun suasana. Di tengah kehidupan kota yang penuh hiruk pikuk dan penuh dengan gedung-gedung. Menyenangkan karena kami bekerja saling membantu. Sehingga kesulitan apapun dapat teratasi, termasuk kesulitan menggunakan teknologi informatika. Sebab zaman online, semua tugas harus diunggah. Terkadang sistem tidak lancar membuat kami kesulian mengunggah.

                                                                         
Ibu Iin Sulistyowati sebagai GI

            Ada tiga belas Pendidik atau Guru Sasaran (GS), baik dari sekolah swasta maupun negeri. Sebagai Guru Sasaran (GS), saya dan teman-teman dimentori oleh Guru Inti (GI) Ibu Iin Sulistyowati, dari SMP Negeri 31 Semarang, yang juga sebagai Pusat Belajar (PB). Sedangkan sebagai narasumber tamu seperti Pengawas dan Pejabat dari Dinas Pendidikan, ikut memberikan penguatan-penguatan yang intinya setelah mengikuti kegiatan ini menjadi Pendidik yang dapat menciptakan generasi emas.
            Kegiatan minggu pertama adalah simulasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Literasi, seperti mandiri, gotong royong, nasionalis, baca-tulis. Kami bekerja berkelompok. Setiap peserta berbagi pengalaman kegiatan PPK dan Literasi di sekolah masing-masing. Kemudian menuliskannya dalam kartu-kartu yang akan ditempel. Awal kegiatan sudah mengundang perhatian. Saya banyak mendapatkan pengalaman dari teman-teman. Saya bisa memilih kegiatan literasi yang sesuai diterapkan di sekolah tempat saya mengajar. 

                                                                               

                                                         penulis di antara kegiatan PKP

         Kegitan berikutnya adalah pembuatan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skills). Kami menjadi tahu bagaimana pengembangan RPP yang membentuk siswa berpikir kritis.  Diawali dari merancang desain, penulisan RPP, hingga presentasi.
            Padatnya agenda acara membuat kegiatan berjalan tanpa terasa. Pada hari Minggu dari pukul setengah delapan pagi, tahu-tahu pukul sepuluh saatnya coffe break. Tahu sendirilah, saya yang suka ngopitentu kesempatan emas bisa menikmati minuman kesukaan di sela-sela bekerja. Apalagi juga disediakan snak. Hm, kesempatan nihwisata kuliner. Terlebih bisa nyicipi sukun goreng-yang dengar-dengar dari pohon sendiri, hasil budi daya sekolah setempat. Wah, benar-benar memanfaatkan kearifan lokal. Memang benar sih, saat ada waktu jalan-jalan di belakang, ada pohon sukun yang buahnya besar-besar. Mungkin memang sudah matang, saatnya diunduh dan dikonsumsi. Baru dua jam berkegiatan tiba saatnya isoma. Rasanya baru sesaat bekerja sudah kembali break dan makan snak sore hari. Hingga tiba pulang ke rumah masing-masing.
            Semua tugas kami lalui, tentunya dukungan dari GI yang selalu memberi semangat juga teman-teman untuk menuntaskan semua tagihan. Hingga tidak terasa dengan berat hati hari memasuki minggu kelima, saatnya kegiatan berakhir dan berpisah. Tapi kami saling berjanji bahwa silaturahmi tidak berhenti sampai di sini. Ada media sosial. Karena situasi dan kondisi silaturahmi tidakharus dengan bertatap wajah. Untuk saling melengkapi dalam menghadapi permasalahan pembelajaran. Sebab guru adalah pembelajar yang tak lekang oleh waktu.
            Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) telah usai. Bagi saya ini justru awal dari kegiatan lain. Apalagi kalau bukan menulis. Saatnya mengeksekusi satu per satu ide-ide yang bertebaran selama lima kali mengikuti kegiatan. Semoga masing-masing karya menemukan muaranya. Amin.
@@@
                                                                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar